Dituntut 13 Tahun, Terdakwa Danu Tertunduk Lesu

foto : Reportase

foto : Reportase

Pemalang (Reportase) – Sidang perkara pembunuhan yang dilakukan terkdawa Danu Ardhynata bin supardi (21 th) terhadap korban Leti (18) perempuan asal desa Loning Petarukan Pemalang, kembali digelar dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU). Bertempat di ruang sidang Utama Pengadilan Negeri Pemalang, Sidang yang dipimpin Kurnia Dianta Ginting, SH, sebagai Hakim ketua, Dian Febriandari, SH dan Wisnu Widodo, SH  sebagai hakim anggota, meghadirkan terdakwa untuk mendengarkan tuntutan  yang akan dibacakan oleh Fitri Watu Paksi, SH sebagai JPU (Rabu, 1/10). Terdakwa Danu mangaku dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani pada saat ditanya majelis hakim tentang kondisi kesehatannya, sehingga sidang bisa dilanjutkan.

Dalam tuntutannya JPU menyampaikan bahwa berdasar  keterangan saksi-saksi dan pengakuan terdakwa, maka unsur “Barang siapa” dalam pasal 338 KUHP yang berbunyi  Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, sudah terpenuhi dan terbukti secara hukum.

Dalam pembacaan tuntutan tersebut disampaikan bahwa telah terjadi tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap korban Leti, pada tanggal 22 Mei 2014 pada sekitar pukul 20.00 sampai dengan 20.15 wib. Sebelum kejadian, sebelumnya ada perbincangan antara keduanya untuk membahas hubungan mereka ke jejnjang yang lebih serius. Dalam perbincangan tersebut, terdakwa meminta kepada korban untuk memutuskan hubungannya dengan sesorang yang bernama Aji. Hal tersebut ditolak oleh korban sambil marah-marah, sehingga terdakwa tersulut emosinya dan terjadilah aksi terdakwa yang mengakibatkan meninggalnya korban.

Atas semua perbuatan terdakwa yang terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan sesuai Pasal 338 KUHP, JPU menuntut terdakwa Danu Prasetyo Ardhynata bin Supardi dengan hukuman penjara 13 tahun dipotong masa tahanan dan membayar biaya perkara sidang sebesar Rp. 2.000,- Adapun semua barang bukti atas permintaan ibu kandung korban Kuniroh, disita oleh Pengadilan untuk dimusnahkan.

Terdakwa Danu sendiri dari awal pembacaan tuntutan sampai akhir mendengarkan dengan kepala tertunduk lesu, seakan pasrah dengan apa yang terjadi. Akhirnya Terdakwa lewat kuasa hukumnya memohon kepada majelis hakim untuk menyampaikan pembelaan (pledoi). Kuasa hukum diberi waktu satu minggu untuk menyusun pembelaan atas tuntutan yang dibacakan JPU sebelumnya.

Sidang akan dilanjutkan kembali pekan depan pada hari Rabu tanggal 8 Oktober 2014  dengan agenda menyampaikan pembelaan oleh terdakwa/kuasa hukumnya.(hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Hukum, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s