Unjuk Rasa Warnai Pengucapan Sumpah Jabatan dan Janji Anggota DPRD Pemalang

foto : Reportasse

foto : Reportasse

Pemalang (Reportase) – Unjuk rasa yang dilakukan oleh beberapa LSM dan HMI cabang Pemalang mewarnai pelaksanaan pengucapan sumpah jabatan dan janji anggota DPRD Pemalang masa bhakti tahun 2014-2019. Acara yang dilaksanakan di aula gedung DPRD Pemalang (Sabtu, 6/9) tampak lebih MERIAH dikarenakan  beberapa LSM dan HMI Pemalang yang dikoordinir oleh Andi Rustono (ketua LSM Gereh Petek Pemalang) mengadakan orasi di area gedung dewan.

Dalam orasinya, Andi Rustono menyampaikan bahwa dirinya datang bersama dengan anggota LSM lainnya tidak akan membuat keributan. Bahkan disampaikan bahwa unjuk rasa kali ini dirinya akan memberikan pesan moral kepada anggota DPRD yang sedang mengucapkan sumpah jabatan dan janji tersebut. Disampaikan juga bahwa pihaknya (LSM dan HMI cabang Pemalang-red) akan lebih memilih optimis untuk optimis bahwa anggota DPRD yang sekarang sedang mengucapkan sumpah jabatan dan janji tersebut  mampu membawa angin segar perubahan kabupaten Pemalang.

“Anggota DPRD adalah orang hebat, orang yang dipilih oleh rakyat sekalipun ada beberapa orang anggota yang bermasalah, misalnya dugaan menggunakan ijazah palsu dan caleg terpilih yang masih dalam status tersangka, ”kata Andi.

Masih dalam orasinya, Andi juga mengkritisi KPUD Pemalang yang tidak tegas dalam menerapkan aturan, sehingga ada oknum caleg (terpilih) yang masih berstatus Narapidana bisa melaksanakan proses pendaftaran, juga aturan mengenai belum pernah menjalani hukuman dengan ancaman lebih dari 5 (lima) tahun, tetapi oknum tersebut bisa lolos verifikasi, dan hal tersebut akhirnya menjadikan KPUD bersengketa. Polisi Pamong prajapun tidak luput dari sorotan. Hal tersebut  berkaitan  dengan adanya mobil dinas ketua DPRD yang  diberhentikan dengan tidak hormat dikarenakan terlibat kasus narkoba.

“Lebih aneh lagi mobil dinas yang dipakai oleh mantan Ketua DPRD Pemalang (WLY) sampai sekarang belum dikembalikan. Kenapa tidak ada yang bertindak untuk mengambilnya kembali?,” Kata Andi dengan dialek Khas Pemalangnya.

Selanjutnya Andi Rustono juga menegaskan bahwa dalam aksi unjuk rasa  kali ini tidak hal yang serius, pihaknya hanya ingin membuka mata bahwa harus ada penyeimbang dan kontrol dalam proses apapun apalagi berhubungan dengan sosial politik yang sedang dihadapi bangsa ini.

“DPRD bukan lembaga persekongkolan, kongkalingkong yang menguntungkan pribadi. Selain harus mampu menegakan integritas fungsi terhadap eksekutif, penyusunan anggaran harus proposal dan akuntabel, serta transparan, DPRD pemalang juga harus bisa membuat kebijakan yg pro rakyat, serta menolak segala bentuk penjajahan lingkungan,”kata Andi dalam akhir orasinya.

Aksi unjuk rasa tersebut dirasa cukup unik, menggelitik, juga di sampaikan dengan dialek khas pemalang yang kritikan dan sindirannya sangat mengena. Selain itu  juga menghibur bagi para warga sekitar wilayah yang pada saat itu melintas, juga bagi aparat keaman yang sedang berjaga di komplek dewan. Unjuk rasa berjalan aman dan lancer. Tidak ditemukan kejadian-kejadian yang mengarah anarkis. (hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang, Politik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s