Sidang Pembunuh Pacar Sendiri Dijaga Ketat

SAM_2512

Pemalang (Reportase) – Kasus Pembunuhan kekasihnya sendiri yang dilakukan oleh  Danu Prasetyo Ardhinata (21), warga kelurahan Sugihwaras Pemalang sudah memasuki sidang yang ketiga. Bertempat di ruang sidang Utama Pengadilan Negeri Pemalang, Sidang yang dipimpin Hakim Kurnia Ginting, SH, Dian Febriandari, SH dan Wisnu Widodo, SH sidang dilaksanakan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi (Rabu, 3/9). Jaksa PU Fitri Watu Paksi, SH, menghadirkan 1 saksi  yaitu Sukardi bin Waryono (26) warga dusun Suwiyu Rt 10/ Rw 01 desa Loning kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang, untuk didengar kesaksiannya dalam sidang tersebut.

Dalam kesaksiannya Sukardi menyampaikan kepada majelis hakim bahwa pada hari Kamis tanggal 22 Mei 2014 sekitar pukul 20.00 wib, dirinya mendengar ada suara orang minta tolong yang berasal dari rumahnya Ibu Kuniroh (ibu korban). Sukardipun langsung menuju rumah tersebut untuk melihat apa yang terjadi. Setelah masuk rumah sukardi langsung menuju kamar dan membuka tirai kamar. Di dalam kamar tersebut  Sukardi melihat ibu kunaroh sedang memeluk Leti , 18 tahun (korban) dalam keadaan terlentang dan sudah tidak sadarkan diri. Selanjutnya ibu Kunaroh meminta tolong kepada Sukardi mencarikan mobil untuk membawa korban ke rumah sakit.

Saksi Sukardi juga mengaku kenal dengan terdakwa Danu 2 tahun yang silam. Saat dintanya apakah Sukardi melihat Danu datang ke rumah korban, diakuinya tidak tahu.

Semua keterangan saksi dijawab oleh terdakwa tidak tahu, karena pada saat kejadian terdakwa tidak bertemu dengan saksi. Sidang akan dilanjutkan rabu depan tanggal 10 September 2014 dengan menghadirkan saksi yang meringankan terdakwa.

Sidang pembunuhan tersebut dijaga ketat oleh puluhan petugas dari polres Pemalang, baik berseragam maupun berpakaian preman. Hal tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi adanya tindak kekerasan  baik yang akan dilakukan keluarga korban maupun dari pihak terdakwa.

Seperti diketahui bahwa pada sidang sebelumnya, terdakwa Danu sempat mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak keluarga korban, sedang pada sidang kali ini puluhan warga Sugihwaras Pemalang mendatangi Pengadilan Negeri Pemalang selain untuk mengikuti jalannya sidang, juga untuk berjaga-jaga.

“Untuk mengamankan Danu Mas, agar tidak dianiaya seperti sidang sebelumnya,” tegas salah satu  warga Sugihwaras yang tidak mau disebut namanya.

Semantara itu, ibu korban Kuniroh menyerahkan sepenuhnya keadilan almarhum anaknya ke pengadilan. Akan tetapi Kuniroh juga berharap agar terdakwa Danu dihukum dengan seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya.

“Kalau perlu dihukum seumur hidup mas, itupun belum dirasakan cukup atas perbuatannya kepada anak saya,” kata Kuniroh dengan nada tinggi.

Sidang berjalan dengan lancar dan aman tanpa adanya kejadian apapun, sampai dengan terdakwa dibawa kembali ke rutan Pemalang. (hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Hukum, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s