Lomba Lari 7 Kilometer, Upaya Hindari Kenakalan Remaja

2

Comal (Reportase) – Masih dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 69, lomba demi lomba kerap kali diadakan di tiap-tiap desa, baik lomba permainan rakyat seperti  pentung air dalam plastik, balap karung, jalan klereng dalam sendok dan berbagai macam lainnya juga lomba olah raga ketangkasan seperti tenis meja, tarik tambang, dan lainnya.

Seperti halnya dengan desa Lowa kecamatan Comal kabupaten Pemalang. Tidak mau kalah dengan desa lainnya, Lowa juga mengadakan berbagai macam lomba dalam rangka peringatan HUT RI ke 69. Namun ada yang menarik dalam pelaksanaan salah satu lomba yaitu lomba Lari 7 Kilometer. Lomba tersebut selain sudah menjadi tradisi, dalam arti harus diadakan setiap tahunnya, juga untuk mencari bibit atlit berbakat dalam cabang olahraga atletik khusunya lari jarak jauh.

Kepala desa Lowa Makmuri, membenarkan bahwa lomba lari 7 kilometer tersebut memang sudah menjadi tradisi yang harus dilombakan dalam setiap peringatan 17-an.

“ Lomba lainnya boleh tidak ada, tapi lomba lari ini harus diadakan. Selain untuk mempererat silaturahmi antar warga, lomba ini juga untuk mencari bibit atlit lari jarak jauh,” jelas Makmuri.

Disampaikan lebih lanjut bahwa dari hasil lomba tersebut, pemenangnya tidak jarang diikutkan lomba lari jarak jauh pada kejuaraan lari yang ada, baik tingkat lokal maupun keluar daerah.

Pada peringatan HUT RI kali ini  sebagai puncak kegiatan, panitia pelaksana mengadakan lomba lari LOWA 7 Kilometer dengan mengambil start di desa Blendung kecamatan Ulujami Pemalang (Sabtu, 30/8). Peserta yang berjumlah 82 orang tersebut diangkut dengan menggunakan mobil truk menuju Start di desa Blendung. Peserta mulai diberangkatkan sekitar pukul 16.30 wib. Yang lebih menarik, bahwa setiap peserta yang mengikuti lomba tersebut diikuti para pendukung-pendukungnya dengan menggunakan sepeda motor sambil mengikabarkan bendera merah putih ukuran sedang dan kecil, sehingga menambah meriahnya lomba tersebut.  Lomba yang mengambil rute desa Blendung, Pamutih, Pager Gunung, Ambokulon dan berakhir dan finish di depan balai desa Lowa.

Adalah Jahuri, warga Rt. 05 yang mencapai garis finish terlebih dahulu dengan mencapai waktu 24,20 menit, jauh meninggalkan peserta lainnya. Selang sekitar 3 menit kemudian Arif warga Rt. 01 menyusul mencapai garis finish dengan waktu 27,00 menit , disambung oleh Supri warga Rt 02 dengan waktu 27,26 menit. Dari 82 jumlah peserta yang mengikuti lomba, hanya 25 peserta yang berhasil sampai di garis finish. Diperoleh informasi juara I, II dan III mendapat hadiah beruipa uang pembinaan masing-masing Rp. 400.000, 300.000 dan 250.000. peserta yang berhasil masuk garis finish juga mendapat hadiah hiburan.

Pada Resepsi yang diselenggarakan malam hari setelah lomba, Kepala desa dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba-lomba tersebut diadakan bertujuan  selain untuk memperingati HUT RI yang ke 69, juga untuk mempererat tali silaturahmi antar warga, mencari bibit-bibit yang berprestasi.

“Ada yang lebih penting, yaitu untuk menekan kenakalan remaja seperti perkelahian, minuman keras atau narkoba,” kata kepala desa Makmuri. (hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s