Kelangkaan BBM mulai Diresahkan Warga

SAM_2462

Pemalang (Reportase) – Kebijakan Pemerintah untuk mengurangi Kuota BBM subsidi pada setiap SPBU tampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat di wilayah kabupaten Pemalang. Hal tersebut terlihat dengan antrean yang panjang pada SPBU atau banyaknya SPBU yang memasang tulisan BENSIN HABIS atau MENUNGGU PENGIRIMAN, ditambah lagi dengan adanya informasi yang berkembang di masyarakat bahwa harga BBM akan mengalami kenaikan.

 Berdasarkan pengamatan Rakyat Jateng (Rabu, 27/8) disepanjang jalur pantura wilayah kabupaten Pemalang didapati sejumlah SPBU yang terlihat penuh dengan antrian kendaraan untuk mengisi bahan bakar. Disamping itu ada juga sejumlah SPBU yang memasang tulisan HABIS atau MENUNGGU PENGIRIMAN.

Antok, salah satu pengelolan SPBU yang berada di wilayah Petarukan Pemalang menuturkan bahwa dengan adanya kebijakan Pemerintah untuk mengurangi kuota BBM setiap harinya tidak begitu menggangu penjualan ke masyarakat. Hal tersebut dikarenakan SPBU yang dia kelola kebanyakan melayani kendaraan-kendaraan berat yang saat sekarang sedikit berkurang, dikarenakan adanya aturan kendaraan yang boleh melewati jembatan Comal.

 “Untuk BBM jenis solar belum ada kendala mas, walaupun ada pengurangan kita masih bias melayani penjualan,” jelasnya.

 Ditambahkan juga bahwa untuk jenis premium masih dalam katagori aman. Adapun terlihat antrian, dikatakan oleh Antok masih dalam batas wajar.

 Sementara itu di SPBU 43.523.13 dalam kota Pemalang (sebelah barat alun-alun Pemalang), pada siang hari terlihat antrian panjang sampai ke jalan umum. Kendaraan tersebut selain sepeda motor, juga banyak terlihat kendaraan mobil pribadi dan angkutan. Salah satu masyarakat yang ikut dalam antrian mengatakan bahwa antrian tersebut sudah sering terjadi.

 “Saya sering antri disini mas, bahkan saya pernah mau beli premium disini tapi habis,” terang Tono salah seorang warga yang ikut mengantri.

 Selain itu ada beberapa warga yang mengeluhkan tentang pelayanan di SPBU tersebut. Pada saat antrian banyak, petugas melayani pembelian premium yang menggunakan jerigen.

 “Ya ikut antri mas, tapi beli bensin untuk kendaraannya Cuma 1 liter, kemudian menyodorkan jerigen untuk diisi.” Kata warga yang tak mau disebut namanya.

 Dakatakan juga bahwa mestinya pihak SPBU memberikan pelayan tersendiri untuk mereka yang membeli premium dengan jerigen, jadi tidak mengganggu mereka yang antri beli premium untuk kebutuhan sehari-hari seperti para pekerja. Dalam hal ini tidak diperoleh keterangan dari pihak SPBU. (hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s