Ayah Kandung Gauli Anak Kandungnya Hingga Hamil 7 Bulan

SAM_2363

Pemalang (Reportase) – Seorang ayah akhirnya digelandang dan dijebloskan ke dalam sel tahanan Polres Pemalang setelah adanya laporan tentang perbuatan cabul dan menyetubuhi anak kandungnya hingga hamil 7 (tujuh) bulan.

Adalah AS alias SOD bin SAK (61 th) warga desa Cibuyur kecamatan Warungpring Pemalang, yang melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sebut saja Bunga, sejak tahun 2007 saat Bunga masih berusia 12 tahun dan duduk dibangku kelas 1 sebuah SMP di Warungpring. AS mengakui bahwa perbuatan bejat tersebut dilakukan 3 kali dalam seminggu sampai terkahir dilakukannya pada bulan juni 2014.

Kejadian awalnya, di tahun 2007 menurut AS yang hari, tanggal dan bulannya lupa tersebut dilakukannya pada saat rumah dalam keadaan sepi karena istrinya sedang berbelanja. Saat Bunga kecil yang masih polos pulang dari bermain di sungai, lalu diajak masuk ke kamar rumahnya dan pertama kali Bunga dicabuli/disetubuhi. Karena kesakitan, Bunga pun menangis, kemudian AS membujuk agar diam dan tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun, lalu Bunga kembali bermain dengan teman-temanya. Dua hari kemudian perbuatan tersebut kembali dilakukan oleh AS, berlanjut terus menerus dan rata-rata setiap minggunya sebanyak tiga kali. Waktu itu Bunga hanya pasrah saja, karena menurutnya perbuatan itu hal biasa dan merupakan bentuk kasih sayang seorang ayah  terhadap anak kandungnya. Tetapi setelah menginjak di kelas 3 SMP dan menerima pelajaran ilmu biologi tentang hubungan biologis, baru disadarinya bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang salah dan dosa. Setelah mengerti bahwa perbuatan tersebut salah dan berdosa, kemudian Bunga menolak ketika akan disetubuhi oleh ayah Kandungnya, namun ketika itu Bunga di pukuli  dan dimarahi, serta diancam dia dan Ibunya akan dibunuh, sambil mengacung – acungkan sabit kearahnya. Karena diancam dan merasa takut, akhirnya Bunga kembali pasrah ketika disetubuhi oleh AS. Perbuatan tersebut tidak hanya dilakukan di rumah, namun juga sering dilakukan di kebun kelapa di daerah Jatinegara- Tegal, dan sebelumnya Bunga selalu berpamitan kepada Ibunya untuk ke Warnet mengerjakan tugas sekolah dengan diantar oleh sang ayah.

Setamat Bunga dari SMA, sempat bekerja di sebuah usaha rumahan Isi ulang air minur di Randudongkal selama 3 (tiga) bulan, namun disuruh keluar oleh AS, karena ketahuan pulang kerja diantar pulang oleh saudara sepupunya. Pada bulan Nopember 2013 Bunga pindah kerja di sebuah toko Emas di Randudongkal dan suatu ketika sambil menunggu ayahnya menjemput, Bunga mampir ke tempat kerja air isi ulang tempat Bunga bekerja dulu, dan ketahuan oleh ayahnya. Sesampai dirumah Bunga  dimarahi dan dianiaya oleh AS, hingga membuat Ibunya ketakutan dan berteriak- teriak minta tolong. Kejadian tersebut sempat direkam memakai kamera handphone oleh kakak tirinya yang bernama Harningsih, dan Harningsihpun pun sempat di aniaya AS. Emosi  AS berhenti setelah para tetangga berdatangan melerainya. Karena ketakutan, Bunga  bersembunyi di rumah familinya dan keesokan harinya Bunga berangkat ke tempat saudaranya di Jakarta. Belum genap satu bulan Ayahnya menelpon dan memohon agar Bunga pulang. Dengan harapan besar perilaku ayahnya berubah, Bungapun pulang ke rumahnya di Warungpring. Namun harapanya kembali sirna tatkala Ayahnya kembali meminta untuk dilayani bersetubuh sambil mengancam. Akhirnya Bunga kembali pasrah menuruti permintaan ayahnya.

Akhirnya, sekira bulan Februari 2014, Bunga merasa terlambat datang bulan dan setelah di cek dengan alat test kehamilan positif hamil. Mendengar pengakuan dari Bunga tentang kehamilanya, AS bingung dan panik, lalu dengan kembali mengancam agar Bunga tidak membuka mulut tentang perbuatan bejatnya, namun AS masih terus saja menyetubuhi Bunga.

Melihat perubahan badan Bunga, Ibunya pun curiga dan saat ditanya Bunga mengakui bahwa dirinya memang hamil akibat diperkosa oleh tiga orang tak dikenal saat di Jakarta (sesuai karangan cerita dari sang Ayah AS). Mendengar pengakuan dari Bunga diatas, AS hilang rasa ketakutnya dan kembali mengulangi perbuatanya terhadap anaknya yang sudah dalam keadaan hamil, hingga terakhir kalinya perbuatan tersebut dilakukan sekira bulan Juni 2014 menjelang bulan puasa.

Kabar tentang kehamilan Bungapun tersebar ke seluruh pelosok desa dan pada tanggal 30 Juli 2014 saat kakak tirinya Harningsih pulang mudik, Bunga kembali didesak untuk membuka mulut, namun tetap bungkam. Harningsih sangat curiga bahwa pelakunya adalah ayah tirinya (AS ), karena dirinya juga pernah digerayangi oleh AS/ayah tirinya saat berusia 16 tahun. Kemudian Bunga diajak oleh Harningsih ke Sukabumi, dan di sana akhirnya Bunga mengaku terus terang bahwa yang menghamilinya adalah ayah kandungnya (AS). Pengakuan tersebut oleh Harningsih segera di sampaikan kepada Ibunya dan pada tanggal 6 Agustus 2014 kejadian tersebut oleh Ibunya Bunga yang bernama RISAH dilaporkan ke Polres Pemalang.

Sementara itu Kapolres Pemalang AKBP DEDI WIRATMO, S.I.K. melalui Kasubbag Humas Polres Pemalang AKP Harsono SH, menegaskan bahwa tersangaka AS alias SOD ditangkap pada hari Sabtu tanggal 16 Agustus 2014. Dijelaskan bahwa pada awalnya tersangka selalu mengelak dan berbelit-belit, namun setelah Penyidik memperoleh bukti- bukti yang cukup dan dikonfrontir, akhirnya yang bersangkutan tidak dapat mengelak lagi dan mengakui seluruh perbuatanya.

Saat ini tersangka di tahan di rutan Polres Pemalang, karena diduga telah melakukan perbuatan pidana cabul/menyetubuhi anak dibawah umur, sebagaimana diatur dalam bunyi pasal :  81 dan atau 82 Undang – undang RI Nomor 23 Tahun 2002  tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 294 KUHP  dengan ancaman pidana Penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun, dan denda paling banyak Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah).  (hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Hukum, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s