Diduga Tidak Sesuai Buangan Asal, Pembuatan Bronjong Merugikan Warga

SAM_2324

Pemalang (Reportase) – Pembangunan yang semestinya bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan warga setempat, tapi bukannya manfaat yang didapat melainkan kerugian materiil yang dialami beberapa warga. Kejadian seperti tersebut dialami oleh Cartam, warga  Rt02/Rw04 desa Kelangdepok, kecamatan Bodeh kabupaten Pemalang. Awal dari kejadian tersebut bermula  pada saat diadakan pekerjaan pembuatan Bronjong saluran buangan air yang terletak di wilayah Rt.01 dan 02 Rw04 desa Kelangdepok. Proyek  yang dikerjakan oleh PNPM beberapa waktu lalu tersebut dirasakan oleh Cartam dan warga yang lain sangat merugikan pihaknya. Pasalnya pembuatan bronjong tersebut tidak sesuai dengan alur buangan yang sebelumnya, bahkan pembuatannya  menggunakan lahan milik warga.

“Alur buangan aslinya tidk sebesar itu mas, tapi coba dilihat sekarang, alur buangannya  seperti sungai besar,” jelas  Cartam dilokasi proyek.

Dijelaskan juga bahwa dengan pekerjaan tersebut yang tidak sesuai dengan alur  yang sebelumnya, pada saat buangan terpenuhi air  maka air  akan menabrak tanah lahan milik warga. Hal tersebut karena alur buangan  baru, berbelok ke arah kiri yang otomatis menggerus lahan milik warga,

Sementara itu Muh. Hasanudin  Kepala Desa Kelangdepok kecamatan Bodeh kabupaten Pemalang menyampaikan, bahwa pembuatan bronjong tersebut sebenarnya sudah diusulkan dari tahuin 2007 lalu. Hal tersebut dilakukan karena pada saat itu tanah milik warga banyak yang longsor akibat banjir dari sungai Comal.

“Ini atas kesepakatan warga, dan sudah diusulkan dari tahun 2007 mas,” Jelas Hasanudin di kantor Kepala  desa (Jumat, 22/8).

Disampaikan juga bahwa semua pekerjaan secara tekhnis diserahkan kepada TPK. Desa hanya mengetahui adanya  proyek pembuatan bronjong tersebut. Pada saat ditanyakan gambar proyek, kepala desa menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa memang pernah diberi, tapi oleh kepala desa disarankan nanti saja pada saat pekerjaan selesai.

“Untuk jelasnya silahkan tanya ke TPK, karena yang tahu tekhnis mereka,” imbuhnya.

Eko Supriyanto, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa Kelangdepok  saat akan dikonfirmasi tidak tidak dapat ditemui. Adapun dana pembuatan proyek, baik kepala desa , perangkat maupun warga masyarakat tidak mengetahui secara pasti. Hal tersebut dikarenakan tidaka adanya papan kegiatan proyek. (hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s