Warung Bandel Ditertibkan

warung bongkar

Pemalang (Reportase) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menepati janjinya untuk membongkar paksa warung-warung yang masih berdiri tagak dan berada di sebelah utara sirkuit pantai Widuri Pemalang. Dengan bantuan petugas dari kepolisian, TNI dan Satpol PP, warung-warung yang masih berada di deretan pantai sebelah utara di komplek sirkuit Widuri itu, Rabu (20/08). Tidak ada perlawanan atau aksi apapun terkait eksekusi yang dilakukan petugas, semua berjalan lancar, bahkan beberapa pemilik warung  tampak ikut merobohkan warungnya sendiri.

Sukatno (35), salah satu pemilik warung yang baru sekitar 8 bulan menempati areal tersebut saat ditemui mengatakan, bahwa dirinya menyadari karena seringnya mengikuti sosialisasi dan rapat-rapat baik yang dilakukan oleh paguyuban maupun dari dinas, sehingga walaupun ada petugas ia ikut membongkar warungnya sendiri, dan berterima kasih telah dibantu, karena saat ini mencari tenaga kuli susah.

“Terima kasih dibantu, sekarang tenaga kuli nggak pada sempat”, kata Sukatno

Disampaikan oleh Sukatno, bahwa ia setelah warungnya dibongkar akan pindah menempati areal di sebelah selatan bagian barat. Ia sendiri belum memperoleh jatah kios yang diberikan oleh pemerintah, namun oleh Disbudpar dipersilahkan untuk membuat kios di sebelah selatan yang
sudah disediakan.

“Saya belum dapat kios, tetapi diperbolehkan untuk membuatnya di sebelah selatan”, ujarnya.

Pemilik warung lainnya, Sri Soleh (37) mengatakan, bahwa warung miliknya juga ikut dibongkar oleh petugas. Ia sendiri telah mendapatkan kios gratis di sebelah selatan yang sudah siap untuk
digunakan. Warung atau kios tersebut jatahnya hanya beberapa meter masih perlu perapihan untuk halaman depan dan sekelilingnya dan itu akan dilakukan oleh pemilik kios tersebut.

“Sebetulnya gratis, tetapi karena bukan dari awal, maka membayar Rp. 500 ribu”, kata Sri.

Ketua paguyuban pedagang sirkuit Widuri, Lukman Hakim menjelaskan, bahwa dari seluruh anggota pedagang di sirkuit Widuri yang berjumlah 86 orang, saat ini yang telah mendapat jatah kios sebanyak 56 kios yang diberikan gratis kepada pedagang yang sudah menjadi angota paguyuban lama, untuk yang baru belum memperoleh. Mereka dipersilahkan pindah tetapi membuat sendiri kios/ warungnya.

“56 kios permanen adalah bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah”, kata Lukman.

Terkait pedagang yang membayar, itu karena yang bersangkutan tidak sejak awal memiliki kios di sirkuit, mereka tidak babat (membuka sejak awal lahan yang masih rawa, waktu itu) dan hanya menempati setelah jadi sehingga diharuskan membayar kompensasi sebagai ganti rugi tanah
babat (truko, jawa-red).

Kepala Disbudpar Pemalang, sapardi melalui Kabid Sarana dan Prasarana, Abdul Rochman mengatakan, bahwa pihaknya telah memberikan warning sekaligus batas akhir (deadline) bagi pemilik warung yang belum membogkar atau memindahkannya ke sebelah utara sampai dengan Selasa (19/08) kemarin, oleh karenanya hari ini, Rabu (20/08) kami melakukan eksekusi yaitu membongkar ataupun merobohkan warung-warung tersebut.

“Dengan dibantu oleh petugas proses tersebut berjalan lancar dan tidak ada halangan atau rintangan lainnya”, kata Rochman.

Disampaikan oleh Rochman, bahwa pihaknya telah berkali-kali memberikan toleransi kepada para pedagang atau pemilik warung mulai tangal 8 Agustus diperpanjang sampai 17 Agustus dan terakhir diberikan toleransi lagi sampai tanggal 19 Agustus, Selasa (19/08) kemarin, oleh karenanya hari ini kami tegas untuk membersihkan semua warung yang masih berada di sebelah utara.

“Ada sekitar 20 warung yang tergolong mbeler dan sekarang sudah mau dipindah”, terangnya (Hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang, Wisata dan Budaya. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s