Jalur Alternatif Macet Total

a8

Pemalang (Reportase) – Dua hari pasca ditutupnya jembatan sungai Comal, jalan alternatif dipadati oleh kendaraan baik kecil maupun besar. Ada beberapa titik macet, baik disebelah wilayah barat maupun timur. Di wilayah kecamatan bodeh misalnya, terpantau ada beberapa titik macet yaitu di pertigaan pasar Mrican, pertigaan polseh Bodeh, pertigaan desa karangbrahi, dan debelah timur jembatan Kemuning.

Kapolsek Bodeh AKP Mashuri, yang tengah bertugas membagi arus lalulintas di titik rawan pertigaan Polsek Bodeh mengungkapkan, Polsek Bodeh di back up dari satuan UPS dan Sat Lantas Polres Pemalang menurunkan 16 personel untuk bertugas mengatur dan mengurai kendaraan.

“Dari arah barat, kendaraan ringan seperti mobil pribadi maupun sepeda motor diarahkan melalui jalur desa Payung, Bagolan, Kebandungan terus ke arah Kesesi Pekalongan. Sedangkan untuk kendaraan berat, dari jalur pertigaan Karangbrahi diarahkan menuju arah timur melalui Polsek Bodeh, Kebandaran, Kesesirejo sampai arah Kesesi Pekalongan,” jelas Mashuri.

Lebih lanjut dikatakan Mashuri, bahwa untuk mengurai arus lalulintas tersebut diperlukan kerjasama dengan polsek-polsek lain seperti polsek Comal, polsek Ampelgading bahkan dengan polsek Kesesi kabupaten Pekalongan.

Masih di lokasi yang sama, AKP Mashuri dengan tegas mengatakan bahwa sejak jalan di wilayahnya dijadikan alternatif, tidak pernah ada kejadian tindak pidana seperti pemalakan kepada sopir yang melewati jalan tersebut.

“Saya akui memang ada beberapa masyarakat yang berada di tengah jalan untuk ikut megarahkan arus lalulintas, dengan harapan dapat imbalan dari sang supir. Sampai saat ini saya belum mendapat laporan adanya tindak pidana pemalakan,” tegas Mashuri.

Dari macetnya kendaran di jalur alternatif tersebut, membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengais rejeki. Banyak ibu-ibu rumah tangga membuka warung dadakan yang menyediakan minuman ringan dan makan ringan. Juga tampak para penjaja asongan dadakan yang menjajakan minuman, buah dan jajanan ke para pengemudi dan penumpang yang sedang antri. (Hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s