Korban Kecelakaan Kereta Api Ditemukan, Pihak Keluarga Kecewa

Mayat korban dievakuasi warga (foto:Reportase)

Mayat korban dievakuasi warga (foto:Reportase)

Pemalang (Reportase) – Tarmuji (50 tahun) korban kecelakaan kereta api yang jatuh dan tenggelam di sungai Comal pada Senin sore tanggal 5 Mei 2014 sekitar pukul 17.00 wib , akhirnya ditemukan terapung disekitar lokasi terjatuhnya korban. Korban ditemukan pertama kali oleh seorang  pencari barang bekas (rongsok) pada hari Rabu pagi tanggal 7 Mei 2014 sekitar  pukul 05.00 wib. Penemuan tersebut langsung diberitahukan ke warga sekitar TKP. Oleh warga, mayat yang berada sedikit ke tengah sungai tersangkut carang (akar/ranting bambu-red) berusaha dipinggirkan dengan menggunakan batang bambu. Setelah mayat berada dipinggir, atas inisiatif warga hal tersebut dilaporkan ke polsek Comal yang diteruskan ke polsek Ampelgading. Setelah mayat dievakuasi dan dibawa ke tempat yang lebih aman, tim medis dari Puskesmas Losari kecamatan Ampelgading melakukan visum. Dari hasil pemeriksaan ditemukan ada benturan benda keras pada bagian kaki sebelah kanan yang menyebabkan patah tulang, ada luka di bagian kepala bagian belakang di bawah telinga sebelah kanan dan luka sobek sepanjang 7 cm di kepala bagian atas. Setelah proses evakuasi dan visum selesai, oleh pihak kepolisian mayat diserahkan kepada keluarga korban untuk dibawa ke rumah duka.

KECEWA

Beberapa warga dan keluarga korban yang diwawancarai di rumah duka, mengaku kecewa dengan proses pencarian dan  evakuasi korban. Warno, ketua Rt.01 Rw 01 dusun Bendo desa Pecangakan kecamatan Comal Pemalang menjelaskan bahwa dirinya  sudah melapor ke kepala desa Ujunggede kecamatan  Ampelgading Pemalang dan polsek Ampelgading beberapa saat setelah kejadian. Pihak kepolisian pun datang, tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena hari memang sudah malam dan gelap. Akhirnya petugas kepolisian tersebut mengambil keputusan untuk dilakukan pencarian esok harinya.

Warno ketua Rt.01/Rw.01 Pecangakan Comal dan tetangga korban (foto : Fajar Indonesia)

Warno ketua Rt.01/Rw.01 Pecangakan Comal dan tetangga korban (foto : Fajar Indonesia)

“Betul mas, saat itu pak polisi mengatakan akan melakukan pencarian esok harinya (Selasa, 6/5) Namun pada hari esoknya tidak ada seorang petugas yang datang ke TKP. Pihak kelurga dan warga akhirnya mengambil inisiatif untuk melakukan pencarian sendiri dengan berenang untuk menyisir lokasi jatuhnya korban,” kata Warno.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Warno bahwa kapal karet dari tim SAR juga sempat sampai ke lokasi, namun hanya memutar  berbalik arah dan menuju ke lokasi pencarian korban tenggelam lain di sebelah selatan. Bahkan ketika salah satu warga menanyakan ke tim SAR gabungan perihal korban yang disebelah utara tidak dibantu dalam hal pencarian, mereka terdiam dan tidak ada yang bisa menjawab. Tidak sampai disitu saja, ada seorang anggota TNI yang menyatakan bahwa korban tersebut murni kecelakaan kereta dan tanggung jawab PJKA, bukan karena bencana.  Anjang, tetangga korban juga mengungkapkan kekecewaan yang sama.

“Beberapa warga dari pagi melakukan pencarian sampai sore hari, tapi tidak ada satupun petugas entah dari mana yang datang membantu. Apa karena korban yang di sisini adalah warga Comal dan bukan menjadi kewajiban  pemerintah Ampelgading? Apa karena korban adalah warga yang tidak mampu?” kata Anjang dengan nada tinggi.

Salah satu tokoh masyarakat yang namanya tidak mau disebutkan  juga sangat menyayangkan kejadian tersebut.

 “Kalau seperti itu, berarti tidak benar mas. Dibaca dulu apa itu tugas Tim SAR.  Jangan asal ngomong, yang akhirnya bisa menimbulkan rasa kecewa pada masyarakat,” katanya

Lebih lanjut dijelaskan  bahwa dalam hal ini dimungkinakan karena  tidak adanya koordinasi, baik oleh pemerintahan ataupun instansi yang terkait  ke tingkat yang lebih atas. Sangat disayangkan  bahwa pada saat itu tidak ada penjelasan apapun dari instansi terkait  ke warga dan keluarga korban pada saat melakukan pencarian korban di TKP. (Hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s