Pengedar Ganja Dan Dextro Di Bekuk

Dua tersangka pengedar narkoba jenis ganja dan pil dextro saat gelar perkara di polres Pemalang (foto:subbag humas polres Pemalang)

Pemalang (Reportase) – Satuan narkoba polres Pemalang kembali menangkap pelaku pengguna narkoba. Ditempat terpisah, anggota berhasil menangkap dua pelaku (Jumat, 28/2). Dari hasil penangkapan tersebut berhasil disita barang bukti berupa daun ganja kering dan ratusan pil dextro, serta uang hasil penjualan barang  tersebut.

Kapolres Pemalang AKBP Dedi Wiratmo, S.I.K. melalui kasat res narkoba AKP Faizal Lisa, S.H didampingi oleh kasubbag humas AKP Harsono, SH mengatakan bahwa tersangka pengedar ganja Arif Kurniawan (23 ) warga desa Ambowetan kecamatan Ulujami dan Rusdiyanto alias Bolot (31) alamat di Jl. Krakatau Kel. Wanarejan Selatan Kecamatan Taman, pengedar pil dextro ditangkap di hari yang sama di tempat yang berbeda. Tersangka Arif ditangkap saat sedang menghisap rokok lintingan ganja di rumahnya dan saat digeledah kembali ditemukan satu amplop kecil seberat 6,28 gram berupa daun ganja kering. Dari pengakuan tersangka ganja tersebut diperoleh dari hasil membeli di Kedungwuni Pekalongan bersama dengan temanya yang sampai saat ini masih buron. Selain di konsumsi sendiri, tersangka juga memberikan ganja untuk temannya, sehingga Arif termasuk tersangka pengedar, karena membeli di Pekalongan dan kembali menjualnya kepada beberapa temannya di Pemalang, kendati jumlahnya tidak terlalu banyak.Ganja yang di beli dari Pekalongan seharga Rp. 300.000,- tersebut berasal dari uangnya sendiri sebesar Rp. 150.000,- dan uang temannya dengan jumlah yang sama. Dengan uang Rp. 300.000,- Arif mendapatkan satu garis dan satu lintingan ganja.

Tersangka pengedar pil dextro ditangkap di jl. Tangkuban Perahu Mulyoharjo.Saat digeledah di saku celananya ditemukan barang bukti berupa pil dextromethrophan. tersangak Rusdiyanto mengaku mendapatkan pil tersebut dengan cara membeli di Pekalongan titip temannya sabanyak 50 bungkus dalam kemasan 10 dan 5 butir. Untuk kemasan 10 butir dibeli saharga Rp. 8.000,- dan dijual kembali seharga Rp.10.000, sedangkan kemasan 5 butir dibeli seharga Rp. 4.000 untuk dijual lagi seharga Rp. 5.000,- Sampai dengan ditangkap, tersangka mengaku sudah menjual 21 bungkus. Uang dari hasil menjual pil tersebut menurut pengakuan tersangka sudah digunakan untuk membayar hutang sebesar Rp. 90.000,-. Saat ditangkap, tersangka masih mengantongi uang sisa penjualan sebesar Rp. 121.000,-

Tersangka Arif  Kurniawan dikenai pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 111 ayat (1)  UURI Nomor. : 35 Tahun 2009 tentang NARKOTIKA, dengan sanksi pidana : dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit  Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Sedangkan tersangka RUSDIYANTO alias BOLOT dikenai pasal196 jo. 98 ayat ( 2 dan 3 ) dan Pasal 197 jo. Pasal 106 ayat ( 1 ) UURI Nomor : 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman Pidana Penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah).

sumber : Subbag Humas Polres Pemalang

Editor    : (Hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Hukum, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s