Desa Ampelgading Lelang Kayu Jati Seharga 225 Juta

Tim Lelang Kayu Jati desa Ampelgading (foto : Reportase)

Tim Lelang Kayu Jati desa Ampelgading (foto : Reportase)

Pemalang (Reportase) – Desa Ampelgading kecamatan Ampelgading kabupaten Pemalang mengadakan lelang umum penjualan kayu jati di balai desa Ampelgading (Rabu, 19/2).  Kayu jati milik desa yang roboh beberapa waktu lalu pasca banjir berdiameter kurang lebih 1,15 meter dan panjang sekitar 19 meter tersebut di lelang berdasarkan keputusan musyawarah pemerintahan desa Ampelgading bersama tokoh masyarakat serta warga setempat.

Ketua Panitia lelang, Saeri (46 tahun) menjelaskan bahwa tim lelang terdiri atas warga desa Ampelgading sendiri. Pihaknya mengundang sekitar 52 orang untuk mengikuti lelang, dan hanya 4 orang yang hadir mengikuti lelang, dan 1 terlambat hadir sehingga didiskualifikasi.

Dijelaskan Saeri lelang dimulai hari ini (Rabu, 19/2) pukul 10.15 wib dan dihadiri oleh 4 peserta lelang yaitu Suparlan alamat Pekalongan, Abdul Rohman alamat Pemalang, Sudahlan alamat Pati, Mansyur Wardana. Sedangkan satu peserta berasal dari Jepara Nuryati, tidak bisa mengikuti lelalng dikarenakan terlambat hadir.

Dari proses lelang tersebut diperoleh pemenang  lelang adalah Suparlan asal Pekalongan dangan penawaran tertinggi yaitu Rp.

225.000.000,- mengungguli Abdulrahman Rp. 200.000.000,-, Sudahlan Rp. 189.000.000,- dan Mansyur Wardana Rp. 125.000.000,-.

“Pemenang lelang wajib menyetor uang jaminan sebesar Rp. 50.000.000,- ke panitia lelang mas. Dan mulai dari hari ini sampai 20 hari ke depan diberi waktu untuk menyelesaikan administrasi dan pengambilan barang. Apabila setelah 20 hari pemenang lelang tidak menyelesaikan pembayaran, maka dianggap batal dan uang jaminan hangus. Artinya akan diadakan lelang kembali,” jelas  Saeri.

Saat ditanya tentang perijinan dan lainnya, Saeri menjelaskan bahwa itu semua menjadi tanggung jawab pihak pemenang lelang.

Sementara itu kepala desa Ampelgading, Anto. R membenarkan bahwa ada lelang kayu jati milik desa pada hari ini. Anto juga menjelaskan bahwa uang hasil lelang akan sepenuhnya masuk ke kas desa.

“Ini uang masyarakat mas, sehingga peruntukkannya nanti juga untuk kepentingan masyarakat desa Ampelgading,” katanya.

Seperti diketahui bahwa pada tanggal 2 Pebruari 2014 yang lalu telah terjadi robohnya pohon jati di area Candi yang masuk wilayah Rt.01/Rw.04. Pohon jati tersebut roboh menghancurkan sedikitnya 8 kios pasar dan pintu masuk pasar. Diperoleh informasi robohnya pohon  tersebut karena faktor usia pohon sehingga akarnya sudah tidak kuat lagi menopang pohon tersebut. Dalam musibah tersebut terdapat satu korban luka ringan yaitu Suprayitno (50 tahun) warga Rt.02/Rw.03. Sedangkan kerugian yang dialami akibat kejadian tersebut berkisar Rp. 20.000.000,-

Kepala desa sendiri menjelaskan bahwa pihaknya belum bermusyawarah dengan pemilik kios mengenai perbaikan kios-kios yang terkena musibah tersebut. (Hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s