100 Orang Warga Pemalang Terjangkit HIV/AIDS

Sosialisasi HIV/AIDS dan pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) di balai desa Lowa kecamatan Comal (foto:Reportase)

Sosialisasi HIV/AIDS dan pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) di balai desa Lowa kecamatan Comal (foto:Reportase)

Pemalang (reportase) – HIV/AIDS, penyakit yang paling ditakuti oleh masyarakat di seluruh dunia ini memang belum ditemukan obatnya. Namun demikian, segala upaya sudah dilaksanakan termasuk penanggulangan atau pencegahan agar penyakit tersebut tidak menular kepada orang lain, terutama pasangan hidup dan keluarga.

Di kabupaten Pemalang, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang diketuai oleh bupati Pemalang H. Junaedi, SH,MM, pun sudah melakukan upaya-upaya diantaranya adalah dengan sosialisasi tentang AIDS dan cara menanggulanginya.

Warnoto, sekretaris KPA kabupaten Pemalang menuturkan, bahwa dari data yang ada di dinkes maupun di KPA , dalam kurun waktu dari tahun 1993 sampai dengan 2013 di Pemalang ada 100 kasus orang terkena infeksi HIV/AIDS. 55 orang terinfeksi HIV, 45 orang positif AIDS, 35 orang meninggal, dan 65 orang masih hidup. Dari Sekian kasus tersebut, kecamatan Pemalang menempati urutan pertama terbanyak, yaitu 15 kasus HIV/AIDS. Diikuti kecamatan Petarukan dan Ampelgading.

Penjelasan tersebut di atas disampaikannya dalam acara sosialilasi pencegahan HIV/AIDS dan pembentukan Wrga Peduli AIDS (WPA) di balai desa Lowa kecamatan Comal kabupaten Pemalang (Selasa, 7/01).

Sementara itu Slamet Budiono, SKM staf dinas kesehatan kabupaten Pemalang, yang hadir sebagai nara sumber, dalam paparannya menyebutkan, bahwa tanda-tanda penyakit HIV/AIDS ini diantaranya adalah tidak selalu terlihat dari luar.

“Luarnya (fisik-red) bagus, tapi dalamnya rusak”, jelasnya.

Ditambahkan juga bahwa  perempuan lebih rentan terkena penyakit ini. Ada sekitar 40% perempuan terkena HIV, dan ibu rumah tangga beresiko tingga kedua, setelah wirausahawan.

Dalam acara sosialisasi dan pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) ini, Makmuri, kepala desa Lowa kecamatan Comal, berharap bahwa siapapun yang terpilih sebagai pengurus WPA untuk desa Lowa, agar benar-benar bisa menempatkan diri sebagai relawan yang benar-benar peduli terhadap penyaikt HIV/AIDS di lingkungannya, dengan memberikan informasi-informasi yang benar, memberikan masukan ataupun memberikan suport bagi mereka yang terindikasi kena penyakit tersebut.

Pada akhir acara, telah terbentuk susunan pengurus Warga Peduli AIDS desa Lowa dengan susunan Kepala desa sebagai penanggung jawab,Penasehat:H.Warsono, Ketua:Ahmad Ashari, sekertaris:Juliha, Bendhara:Suprapto. (hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s