Curah Hujan Tinggi, Proyek PPIP Molor

DSCF1198

Pemalang (Reportase) – Akibat tingginya curah hujan pada akhir bulan desember tahun 2013, banyak proyek-proyek pembangunan yang penyelesaian pekerjaannya tidak tepat waktu. Diantaranya di desa Mojo kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang yaitu proyek Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) berupa pengerjaan jalan dengan sub kegiatan pembuatan talud jalan dan pengerjaan rabat beton sepanjang 730 meter. Proyek dengan sumber dana dari APBN Perubahan tahun 2013 ini sedianya dilaksanakan mulai dari bulan nopember sampai dengan desember 2013. Namun sampai berita ini diturunkan penyelesaian pekerjaan baru berkisar 80%.

Tarman, Ketua OMS (Organisasi Masyarakat Setempat) sebagai pelaksana kegiatan membenarkan keterlambatan pekerjaan tersebut. Saat ditemui di lokasi pekerjaan, Tarman menjelaskan bahwa, dikarenakan curah hujan yang tinggi pada pertengahan sampai akhir desember 2013, sehingga pekerjaan tersebut mundur dari yang ditentukan dalam penyelesaiannya.

“Hujan yang terus menerus dengan debit air yang tinggi, membuat kami tidak bisa bekerja mas. Kami tidak bisa mengerjakan pembuatan talud yang tinggal beberapa puluh meter saja,” jelas Tarman.

Ditambahkan pula bahwa turunnya hujan yang sangat deras beberapa hari secara terus menerus, juga menyebabkan ambrolnya talud yang baru dibuat.

“Ada sekitar 20 meter talud yang ambrol mas, itu disebabkan ada beberapa ruas jalan yang belum diurug, sehingga air yang mengalir dengan deras menggerus bagian bawah talud, dan menyebabkan talud menggantung dan ambrol,” terang Tarman.

Salah satu panitia yang tidak mau disebutkan namanya juga menambahkan, bahwa pihak pelaksana akhirnya harus membuat jalan tembus untuk melansir pasir dan batu kerikil, agar pekerjaan bisa dilaksanakan kembali.

Sementara itu kepala desa Mojo, H. Warid Sutrisno ketika ditemui di ruang kerjanya juga membenarkan apa yang dikatakan oleh Tarman.

“Ini resiko pekerjaan mas, harus kita hadapi,” tegasnya.

Selanjutnya dijelaskan bahwa dirinya juga yakin bahwa ambrolnya talud yang baru dikerjakan bukan karena buruknya kualitas pekerjaan, tapi dikarenakan faktor alam.

Saat ditanyakan berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, baik kepala desa maupun ketua pelaksana tidak bisa menentukan.

“Asal tidak hujan, pekerjaan akan cepat selesai,” kata kepala desa maupun ketua pelaksana. (hp)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s