Merasa Ada Kecurangan Panitia Pilkades, Warga Gerudug Balai Desa

Pemalang (Reportase) – Sekitar 300 orang warga desa Wonokromo kecamatan Comal kabupaten Pemalang mendatangi Balai desa Wonokromo untuk menanyakan hasil penghitungan suara pilkades kemarin (Rabu, 27/11) yang diduga ada manipulasi dan kecurangan. Warga yang pendukung calon kepala desa Wiyoto ( bergambar padi) diwakili oleh 5 orang dari keluarga, saksi, dan pendukung. Dalam pertemuan ini panitia tetap menekankan bahwa perhitungan kemarin malam tetap menjadi keputusan final dan tidak dapat diganggu gugat.
Seperti diketahui bahwa desa Wonokromo melaksanakan pilkades pada hari Rabu (27/11) di lapangan olahraga desa. Dalam penghitungan perolehan suara, Imron Asnawi dengan gambar ketela mengungguli Wiyoto (padi) dengan selisih 29 suara. Padi memperoleh suara 1.529 suara, ketela 1558 suara, dan rusak 29 suara. Warga pendukung Wiyoto (padi) merasa tidak puas karena terdapat selisih antara kartu undangan yang masuk sebanyak 3.114 undangan dengan kartu suara sejumlah 3.117 suara. mereka memaksa untuk dilakukan penghitungan ulang.
Hasil Penghitungan yang terakhir diperoleh kartu undangan yang masuk sejumlah 3.117 undangan dan kartu suara yang masuk sejumlah 3.117 suara. Hal ini disebabkan dalam menghitung kartu undangan dan kartu suara pertama kali oleh saksi dari Wiyoto (padi) melakukan kesalahan. Bahkan kelebihan kartu suara tersebut adalah milik calon bergambar padi (Wiyoto)
Hasil tersebut di sepakati oleh kedua belah pihak dan panitia dan dibuatkan berita acara, yaitu Wiyoto (padi) memperoleh 1.532 suara, Imron Asnawi (ketela) memperoleh 1.558 suara dan rusak 29 suara.
Camat Comal Eko Edi Prihartanto, SH.MM melalui Sekcam Drs. Andri Adi, MSi menjelaskan bahwa kedatangan wakil keluarga Wiyoto ke balai desa untuk menanyakan kelebihan 3 suara, dan sudah dijelaskan oleh panitia seperti diawal.
” Intinya pihak panitia sudah bekerja dengan benar. Pertemuan hari ini hanya menegaskan bahwa hasil penghitungan ulang kemarin malam sudah selesai dan final”, jelas Andri.
Ditambahkan juga apabila warga masih merasa tidak puas dengan hasil ini, warga dapat mengambil langkah-langkah hukum yang ada.
Aksi yang sebelumnya tenang tiba-tiba menjadi memanas. warga beranjak keluar dari lokasi balai desa berjalan menuju kediaman Nuryani, SH mantan kades Wonokromo yang mengundurkan diri karena akan maju menjadi caleg salah satu partai. Sebelumnya sempat tersebar kabar bahwa Nuryani adalah orang yang menyuap panitia. Warga mengambil apa saja yang berada di rumah Nuryani dan membantingnya, termasuk jemuran yang di injak-injak. Warga juga merusak pintu besi samping, sehingga pintu rusak dan bergesar dari relnya. Nuryani sempat kena tendangan di pinggang sebelah kanan. motor yang dinaiki pun rusak akibat tendangan warga yang emosi. Pihak keamanan dari Polres yang sudah disiapkan dari awal segera mengamankan situasi dengan membubarkan warga (red).
Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s