Warga Desa Bulu Kecamatan Petarukan Pemalang Tolak hasil Pilkades

warga desa bulu kecamatan petarukan unjuk rasa di depan balai desa

Pemalang, REPORTASE – Pilkades di wilayah kabupaten Pemalang kembali menuai permasalahan. Kali ini terjadi di desa Bulu kecamatan petarukan kabupaten Pemalang. Calon kades yang kalah dalam pencoblosan kemarin (rabu 19/6) mendatangi balai desa Bulu untuk meminta penjelasan kepada panitia pilkades (21-6-2013).

Adalah Zaenal Abidin dan Sukardo, calon kades yang datang dengan di iring oleh pendukungnnya  diterima oleh ketua panitia Tasori dan PJ kades Gintoro. Dalam kesempatan itu Zaenal Abidin menyampaikan beberapa hal kecurangan-kecurangan yang dilaksanakan panitian maupun oleh pendukung salah satu calon kades. Diduga panitia berbuat curang karena menunda penghitungan suara dengan alasan belum memenuhi quorum 2/3 dari hak suara. Selain itu pendukung calon kades yang memperoleh suara terbanyak diduga melakukan kecurangan dengan meminta surat undangan dari warga untuk tidak digunakan dalam pencoblosan. Kartu tersebut ditukar dengan sembako.

Darkuni salah satu warga yang kartu undangannya diminta oleh oknum pendukung calon kades juga menyampaikan kalau dirinya diberi sembako dan disuruh menyerahkan kartu undangan pencoblosan.

” Saya didatangi oleh pecut calon kades mas, ditanya ada berapa undangan.  Kemudian saya diminta kerumahnya membawa semua kartu undangan yang ada untuk ditukar sembako,” ujar Darkuni saat menceritakan kejadian di hadapan panitia dan warga.

Dalam pertemuan itu Zaenal Abidin meminta kepada panitia untuk tidak mengirimkan semua berkas-berkas pilkades ke pemerintah kabupaten Pemalang terlebih dahulu, karena akan diteliti lebih lanjut.

Masa pendukung kedua calon merasa tidak puas dengan hasil pertemuan. Mereka meminta agar pilkades diulang. Panitia juga dimnta untuk mundur.

Kapolsek Petarukan AKP Pratama menghimbau warga agar tetap tenang, tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis. Kapolsek juga meminta kepada calon kades yang merasa dirugikan dan menduga ada kecurangan-kecurangan, silahkan lapor saja ke polsek.

“Silahkan laporkan kecurangan-kecurangan itu ke kami. kami akan melaporkan ke pimpinan kami,” jelas Pratama.

Sementara itu Tasori, ketua panitia pilkades menyatakan bahwa penundaan waktu penghitungan suara memang kesalahan panitia. Dari kartu suara yang masuk setelah ditutup pada pukul 12.30 wib sejumlah 2.773 kartu suara. karena belum memenuhi quorum, maka ketua panitia memberi pengumuman penghitungan suara diundur 1 jam. Dalam kurun waktu 1 jam tersebut ada 11 kartu suara yang masuk. Akan tetapi setelah dihitung ulang, kartu suara yang masuk menjadi 2.884.

“Sebenarnya kartu suara yang masuk sudah 2.873 mas. Tapi karena panitia error menghitungnya manjadi 2773. Dan itu sudah disepakati oleh panitia dan saksi dari masing-masing calon, juga tambahan 11 suara tetap diikutkan dalam perhitungan,” jelas Tasori sambil memperlihatkan surat kesepakatan tersebut.

Pj kepala desa, Gintoro juga membenarkan bahwa kesalahan perhitungan kertas suara sudah diperbaiki dan disepakati oleh panitia dan saksi-saksi calon kades.

“Pilkades ini sudah berjalan sesuai aturan. jadi tidak ada alasan untuk di ulang. Kalaupun diduga ada kecurangan, silahkan dilaporkan kepada pihak-pihak yang terkait,” ujar Gintoro.

Masa yang belum juga merasa puas, melakukan konvoi dengan jalan kaki keliling desa dengan membawa poster dan meneriakkan yel-yel.

Hasil penghitungan suara pilkades desa Bulu kecamatan Petarukan, Pemalang adalah Feri Budiarso 1.213 suara, Sukardo 840, Zaenal Abidin 612, Mujianto 162, Sutaryo 24, suara rusak 32.

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s