Oknum Guru SMA Negeri 1 Bandar Kabupaten Batang Digrebek

SAM_0434PEKALONGAN  – Wajah dunia pendidikan Indonesia kembali  tercoreng dengan ulah oknum pendidik  yang seharusnya bisa menjadi suri tauladan, tapi ini justru mencoreng wajah  pendidikan Indonesa khusunya, dengan perilaku yang tidak mencerminkan sebagai  seorang pendidik.
Adalah TRI (38) seorang guru SMA Negeri 1 Bandar Kabupaten Batang bersama pasangan wanita yang bukan istrinya, HER (20) yang digrebek  warga di desa Siwalan kecamatan Siwalan kabupaten Pekalongan. TRI yang beralamatkan di Gang Mentari Rt.5 Rw.2 no. 22 Krapyak  Pekalongan Timur, dan HER dengan alamat desa Siwalan Rt.2 Rw.7 kecamatan Siwalan kabupaten Pekalongan.
Keduanya digrebek warga setempat di sebuah rumah kosong yang diakui HER sebagai rumah milik saudaranya. Kejadian tersebut  terjadi pada hari Minggu dini hari tanggal 24 Pebruari 2013 sekitar pukul 01.00 wib.
Sepasang insan yang bukan suami istri tersebut diduga melakukan tindak perbuatan asusila. akhirnya keduanya dibawa ke polsek setempat, dan membuat surat pernyataan bahwa TRI tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dan akan mengakhiri hubungannya dengan HER, serta tidak akan mengganggunya lagi.
Ketika pihak sekolah dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bandar kabupaten Batang, Drs. Haryoko Maskha melalui Waka bidang Humas Agus Cahyono membenarkan bahwa TRI adalah guru yang mengajar di sekolah tersebut  dengan mata pelajaran  IT.
“Ya benar mas, dia mengajar disini. Tapi keterkaitan  dia mengalami penggrebekan ini, pihak sekolah justru baru tahu sekarang”, jelas agus ketika ditanya apa yang akan dilakukan pihaknya dengan permasalahan tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan pihaknya akan menunggu laporan dari pihak-pihak yang terkait, mendalami dan tentunya akan memanggil  yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.
“Ada tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan, jadi tidak mudah untuk melakukan mutasi ataupun pemberhentian. Kami mempunyai atasan, yaitu dinas pendidikan”, tambah Agus.
Diperoleh informasi bahwa kejadian ini adalah yang kedua kalinya TRI melakukan tindakan tidak terpuji  dengan pasangan yang sama.
Ada hal yang patut disayangkan dalam konfirmasi permasalahan ini. Humas SMA Negeri 1 Bandar, Agus Cahyono terkesan kurang bersahabat dengan wartawan. Hal ini terjadi ketika salah satu wartawan hendak merekam wawancara, dengan suara keras dan menantang dia  memerintahkan untuk tidak direkam. Hal tersebut kontan menimbulkan reaksi keras dari rekan-rekan wartawan yang mengikuti wawancara tesebut. Tidak hanya itu, Agus yang buka lain adalah seorang pendidik yang tahu tatakrama, etika dan budaya, menemui tamu pada saat jam dinas hanya mengenakan kaos dan celana pendek tanpa alas kaki.
Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang, Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s