Jembatan Penghubung dua Kabupaten longsor

PEMALANG – Curah hujan yang sangat tinggi beberapa bulan ini menyebabkan pondasi jembatan kesesi rejo kecamatan Bodeh kabupaten Pemalang tergerus air hingga longsor. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu malam (27/2) saat hujan deras dengan debit air yang tinggi di sungai tersebut. Akibatnya pada sisi jembatan sebelah barat bagian selatan tanahnya longsor, sehingga pondasi jembatan terlihat menggantung.Bahkan Tiang telepon yang berdiri di sebelah jembatan ambles jatuh bersender di jembatan.
Kapolsek Bodeh AKP. Mashuri ketika meninjau lokasi mengatakan kalau kejadian ini dibiarkan terlalu lama akan berbahaya dan bisa mengakibatkan ambruknya jembatan yang menghubungkan dengan kabupaten Pekalongan.

“Ini sangat berbahaya kalau dibiarkan terlalu lama. Karena arus air akan terus menghantam bagian bawah pondasi jembatan, yang lama-lama bisa mengakibatkan longsor,” jelasnya.

Oknum Guru SMA Negeri 1 Bandar Kabupaten Batang Digrebek

SAM_0434PEKALONGAN  – Wajah dunia pendidikan Indonesia kembali  tercoreng dengan ulah oknum pendidik  yang seharusnya bisa menjadi suri tauladan, tapi ini justru mencoreng wajah  pendidikan Indonesa khusunya, dengan perilaku yang tidak mencerminkan sebagai  seorang pendidik.
Adalah TRI (38) seorang guru SMA Negeri 1 Bandar Kabupaten Batang bersama pasangan wanita yang bukan istrinya, HER (20) yang digrebek  warga di desa Siwalan kecamatan Siwalan kabupaten Pekalongan. TRI yang beralamatkan di Gang Mentari Rt.5 Rw.2 no. 22 Krapyak  Pekalongan Timur, dan HER dengan alamat desa Siwalan Rt.2 Rw.7 kecamatan Siwalan kabupaten Pekalongan.
Keduanya digrebek warga setempat di sebuah rumah kosong yang diakui HER sebagai rumah milik saudaranya. Kejadian tersebut  terjadi pada hari Minggu dini hari tanggal 24 Pebruari 2013 sekitar pukul 01.00 wib.
Sepasang insan yang bukan suami istri tersebut diduga melakukan tindak perbuatan asusila. akhirnya keduanya dibawa ke polsek setempat, dan membuat surat pernyataan bahwa TRI tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dan akan mengakhiri hubungannya dengan HER, serta tidak akan mengganggunya lagi.
Ketika pihak sekolah dikonfirmasi mengenai permasalahan tersebut, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bandar kabupaten Batang, Drs. Haryoko Maskha melalui Waka bidang Humas Agus Cahyono membenarkan bahwa TRI adalah guru yang mengajar di sekolah tersebut  dengan mata pelajaran  IT.
“Ya benar mas, dia mengajar disini. Tapi keterkaitan  dia mengalami penggrebekan ini, pihak sekolah justru baru tahu sekarang”, jelas agus ketika ditanya apa yang akan dilakukan pihaknya dengan permasalahan tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan pihaknya akan menunggu laporan dari pihak-pihak yang terkait, mendalami dan tentunya akan memanggil  yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.
“Ada tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan, jadi tidak mudah untuk melakukan mutasi ataupun pemberhentian. Kami mempunyai atasan, yaitu dinas pendidikan”, tambah Agus.
Diperoleh informasi bahwa kejadian ini adalah yang kedua kalinya TRI melakukan tindakan tidak terpuji  dengan pasangan yang sama.
Ada hal yang patut disayangkan dalam konfirmasi permasalahan ini. Humas SMA Negeri 1 Bandar, Agus Cahyono terkesan kurang bersahabat dengan wartawan. Hal ini terjadi ketika salah satu wartawan hendak merekam wawancara, dengan suara keras dan menantang dia  memerintahkan untuk tidak direkam. Hal tersebut kontan menimbulkan reaksi keras dari rekan-rekan wartawan yang mengikuti wawancara tesebut. Tidak hanya itu, Agus yang buka lain adalah seorang pendidik yang tahu tatakrama, etika dan budaya, menemui tamu pada saat jam dinas hanya mengenakan kaos dan celana pendek tanpa alas kaki.

Jalan Raya Comal-Bodeh Rusak Parah

 jl raya comalPEMALANG – Jalan Raya Comal – Bodeh Kabupaten Pemalang  sudah sangat rusak berat dan butuh perbaikan dengan segera. Menurut pengamatan, ada dua titik ruas jalan yang harus diprioritaskan untu segera diperbaiki.
Satu di jalan tepat sebelah utara pertigaan  kearah Sragi, tepatnya di depan minimarket  Alfa Mart. Dan satunya lagi yang paling parah berada di km 2 jalan raya Comal-Bodeh, tepatnya di sebelah selatan Grand Comal. Di lokasi ini jalan berlubang dengan diameter yang cukup lebar  dan kedalaman yang cukup berpotensi menimbulkan kecelakaan lalulintas. Jalan kabupaten yang boleh dibilang padat pengguna ini terkesan tidak terawat dengan semestinya.
Keadaan tersebut semakin bertambah parah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang masih tinggi. Sehingga lubang akan semakin dalam dikarenakan tergerus rintikan air hujan.
Hal ini akan bertambah mengkhawatirkan bagi pengguna jalan khusunya kendaraan roda dua. Dengan genangan air hujan dan lubang yang tidak kelihatan, akan membahayakan bagi pengguna jalan yang tidak mengetahui kondisi jalan tersebut.
Kalaupun pada beberapa hari terakhir ada pekerjaan penambalan jalan dari dinas terkait, itu terkesan dipaksakan karena adanya informasi bahwa dalam waktu dekat akan ada tim penilai Desa dari pusat akan melewati jalan tersebut. Betapa tidak, karena bukan penambalan jalan dengan aspal yang sebagaimana semestinya, tetapi penambalan tersebut menggunakan bongkahan batu yang hanya diurugkan tanpa ditindas menggunakan  mesin penggilas (wales).

Bermain Judi kartu, Oknum Kades Diringkus Polisi.

3PEMALANG – Petugas kepolisian sektor Comal berhasil menangkap empat orang pelaku yang sedang berjudi domino di ruang belakang rumah kediaman Cayono, warga desa Tumbal kecamatan Comal kabupaten Pemalang, Minggu dini hari (10/3) sekitar pukul 00.30 Wib. Keempat orang pelaku yang diringkus adalah : Cayono (47), Castro (63), Kanapi (57), warga desa tumbal, dan seorang lagi bernama Zaenudin (53) oknum kepala desa di kecamatan Bojong kabupaten Pekalongan.
Selain meringkus pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp116 ribu, kartu domino sebnayak 25 lembar dan sebuah tikar.
‘’Dari keempat orang pelaku yang kami amankan itu, satu  diantaranya berprofesi sebagai kepala desa di wilayah kecamatan Bojong kabupaten Pekalongan, lainnya adalah masyarakat desa tumbal sendiri. Dan  barang bukti yang kami temukan di TKP adalah  sejumlah uang , kartu domino dan tikar yang digunakan pelaku untuk berjudi,’’ kata Kapolsek Comal AKP Davis B. Siswara melalui Kanit Reskrim, Ipda Suryadi  di ruang kerjanya, Senin (11/3).
Lebih lanjut dijelaskan, penangkapan pelaku judi kartu ini berkat infomasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar. Dan ditindaklanjuti dengan mendalami  ke lapangan, sehingga pihaknya menemukan empat pelaku tersebut sedang bermain judi domino.
Bahkan, menurut infomasi masyarakat, ternyata pelaku sering kali melakukan judi pada waktu tengah malam. Hal itu supaya perbuatannya tidak diketahui oleh masyarakat.
Pelaku saat ini ditahan di Mapolsek Comal untuk dilakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.
‘’Dalam kasus ini, pelaku diancam Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,’’ pungkas Suryadi.

Foto : ilustrasi

RSUD Dr. M. ASHARI Pemalang Prioritaskan Pelayanan Prima

 rsuPEMALANG – Mengutamakan pelayanan prima. Kira-kira itulah yang diharapkan masyarakat Pemalang tentang RSUD Dr.M. Ashari kabupaten Pemalang. Banyak didengar tentang pelayanan  yang kurang maksimal  dari RSUD tersebut. Bahkan beberapa bulan terakhir RSUD didera permasalahan keterkaitan pelayanannya. Namun demikian hal tersebut tidak menjadikan bagian pelayanan RSUD sebagai suatu hal yang harus disesali. Namun justru menjadikan motivasi agar bagaimana ke depan pelayanan di RSUD semakin baik seperti yang diharapkan masyarakat Pemalang.
Dr. H. Sholahudin, Kabag pelayanan RSUD Dr. M. Ashari   kabupaten Pemalang menjelaskan bahwa bagian pelayanan  sudah berusaha secara maksimal untuk melakukan peningkatan mutu pelayanan terhadap pasien. Diantaranya dengan melaksanakan meeting setiap minggunya yang dipimpin langsung oleh masing-masing kepala ruangan. Dari hasil tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan seluruh kepala ruangan yang dipimpin oleh  kepala perawat.
H. Hamid Majid, Amk   kepala Perawat RSUD mengatakan bahwa dengan pertemuan rutin itu, bisa disimpulkan  permasalahan yang harus dicarikan solusi penyelesaiannya.
“Dari situ kita bisa meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan atau pasien mas,” jelas Hamid.
Lebih jauh dijelaskan bahwa dari segi pelayanan  ada sebuah konsep yaitu Pelayanan prima. Adapun pelayanan prima itu sendiri bisa diartikan memberikan pelanggan atau pasien lebih dari pada yang mereka harapkan pada saat mereka membutuhkan, dengan cara yang mereka inginkan.
Pihak rumah sakit saat ini sedang melakukan persiapan-persiapan dalam rangka akreditasi. Saat ini RSUD Pemalang masuk dalam kategori C.
“Kami sedang melaksanakan kegiatan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan, dengan langkah awal pelaksanaan pekerjaan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi),” kata Dr. H. Sholahudin di ruang kerjanya. Selanjutnya dikatakan bahwa pelayanan prima ini akan berhasil dicapai apabila semua aspek di rumah sakit ini bersinergi, sehingga menimbulkan rasa puas pelanggan atas pelayanannya.
Di RSUD Dr. M. Ashari Kabupaten Pemalang ada 13 dokter umum, 19 dokter specialis,3 dookter gizi, 228 paramedis, 3 apoteker, dan 11 orang dokter kesehatan masyarakat. Sholahudin juga berharap agar semua komponen yang terlibat dalam pelayanan harus bisa berinteraktif terhadap pelanggan, sehingga pelanggan merasa nyaman dalam menggunakan jasa pelayanan di RSUD Pemalang.
Bagian pelayanan  akan terus berupaya optimal untuk peningkatan mutu pelayanan terhadap pelanggan, walaupun didalam internal RSUD saat-saat ini sering terjadi perbedaan sikap dan cara pandang beberapa rekan dokter.
“Kami akan terus memberikan pelayanan yang baik terhadap pelanggan apapun situasinya,” pungkasnya.
sumber : jateng time

Longsor, 7 Rumah Warga Terancam Longsor

pagePEMALANG – Cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang masih sangat tinggi mengakibatkan beberapa daerah di kabupaten Pemalang mengalami tanah longsor. Salah satunya di desa Jatingarang kecamatan Bodeh kabupaten Pemalang. Ada beberapa rumah yang terletak di dataran tinggi tepat di atas sungai ijuk yang sangat rawan longsor. Hal tersebut dikarenakan tebing di hamparan sungai sudah mulai longsor digerus derasnya arus sungai akhir-akhir ini.
Kepala Desa Jatingarang, Titis Widiastuti melalui Kaur Umum Surono mengatakan, ada 7 rumah warga yang terletak di rt.22 rw.11 dusun Larangan yang saat ini terancam longsor.
“Tanah disini sudah mulai retak dan ambles Mas,” kata Surono sambil menunjukan rumah yang ruang tamunya ambles sekitar 10 cm.
Surono juga menunjukkan tanah kebun yang tadinya rata kini sudah berubah seperti tanah perbukitan, karena beberapa bidang sudah ambles.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pemerintah desa sudah memberikan wacana kepada warga di area tersebut untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman. Diperlukan pemikiran yang lebih jauh dan juga peran serta pemerintah kabupaten Pemalang.
Seperti diketahui, Banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu selain mengakibatkan tanah longsor dan puluhan rumah warga juga  tergenang air setinggi lutut kaki orang dewasa, balai desa Jatingarang pun ikut tergenang air luapan dari sungai ijuk.

 

Jembatan Penghubung dua Kabupaten longsor

PEMALANG – Curah hujan yang sangat tinggi beberapa bulan ini menyebabkan pondasi jembatan kesesi rejo kecamatan Bodeh kabupaten Pemalang tergerus air hingga longsor. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu malam (27/2) saat hujan deras dengan debit air yang tinggi di sungai tersebut. Akibatnya pada sisi jembatan sebelah barat bagian selatan tanahnya longsor, sehingga pondasi jembatan terlihat menggantung.Bahkan Tiang telepon yang berdiri di sebelah jembatan ambles jatuh bersender di jembatan.
Kapolsek Bodeh AKP. Mashuri ketika meninjau lokasi mengatakan kalau kejadian ini dibiarkan terlalu lama akan berbahaya dan bisa mengakibatkan ambruknya jembatan yang menghubungkan dengan kabupaten Pekalongan.

“Ini sangat berbahaya kalau dibiarkan terlalu lama. Karena arus air akan terus menghantam bagian bawah pondasi jembatan, yang lama-lama bisa mengakibatkan longsor,” jelasnya.