Isu Demo Warga Blendung Tak Terbukti

https://i1.wp.com/www.wartapantura.com/wp-content/uploads/2012/12/yju10gt6.jpg

foto dok

Pemalang Reportase,- Hari Senin (24/12) di kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang tampak beberapa petugas berjaga-jaga mengantisipasi keamanan. Hal ini terkait adanya isu bahwa warga desa Blendung akan kembali berunjuk rasa menutup jalan pantura di depan kecamatan Ulujami (warta pantura “Warga Desa Blendung Ancam Akan Blokir Pantura” 25/12). Diperoleh keterangan bahwa pada hari Senin warga Blendung tidak mengadakan aksi unjuk rasa dalam bentuk apapun. Keterangan tersebut dibenarkan oleh H. Sulito (49 th) salah satu tokoh masyarakat desa Bledung kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang. “Tidak ada demo mas”, tegasnya. Mungkin ini dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tapi yang jelas bukan dari warga kita, tambahnya. H. Sulito juga mengatakan pihaknya sudah didatangi dari pihak aparat keamanan dari Polres Pemalang dan Polsek Ulujami pada hari minggu (23/12). Kedatangan mereka untuk mencari informasi apakah benar bahwa pada hari Senin(24/12) akan mengadakan unjuk rasa. Pihak kepolisian juga membawa selembar foto kopi surat pemberitahuan unjuk rasa yang ditujukan ke Polres Pemalang yang ditanda tangani koordinator yang bernama SULASTONO. “Kami tidak kenal siapa Sulastono. Kami cek ke seluruh warga memang tidak ada yang namanya Sulastono”, terang H.Sulito. Bahkan saya bersama beberapa tokoh masyarakat, pemuka agama dan pemuda sudah membuat surat pernyataan bahwa pada hari Senin tanggal 24/12 tidak akan mengadakan unjuk rasa di kecamatan Ulujami, jelasnya.

Ketika ditanya apa sebenarnya yang menjadi tujuan utama unjuk rasa warga Blendung, H. Sulito kembali menegaskan bahwa apa yang menjadi keinginan warga Blendung adalah apa yang tertuang di dalam surat kesepakatan damai yang diajukan warga Blendung. “tuntutan kami jelas,Adakan pilkades ulang, Rumyati diperbolehkan mengikuti pilkades ulang, warga Blendung menjamin keselamatan keluarga Suyik sepenuhnya. Itu beberapa butir kesepakatan damai yang kita tawarkan ke pemerintah”.

Lebih lanjut H.Sulito mengatakan bahwa sebenarnya warga desa Blendung mau memaafkan Suyik beserta keluarga apabila Rumyati mau mengundurkan diri. “Tolong ditulis mas, bahwa saya adalah orang pertama yang akan memaafkan Suyik apabila Rumyati mau mengundurkan diri. Dan Saya Jamin keamanan keluarga Suyik sepenuhnya 24 jam. Saya juga akan rembug dengan tokoh masyarakat lainnya untuk memperbaiki rumah Suyik yang sempat dirusak oleh warga”. Sampai berita ini turunkan, warta pantura belum memperoleh keterangan dari Andi Rustono sebagai koordinator unjuk rasa. (bowo/rep)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s