Warga Desa Blendung Akan Blokir Pantura

Andi Rustono

Andi Rustono (foto dok)

PEMALANG  Reportase,- Aksi unjuk rasa warga Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang yang menuntut agar pilkades di desanya diulang akan terus dilakukan. Kali ini warga kembali mengancam akan melakukan aksi besar-besaran dengan memblokir jalan pantura saat menjelang hari Natal 25 Desember mendatang. Kordinator Aksi, Andi Rustono saat ditemui dalam acara Parade Seni Kabupaten Pemalang Kamis (20/12), mengatakan aksi unjuk rasa yang akan dilakukan warga Desa Blendung itu akan terus berlanjut hingga tuntutannya dipenuhi yaitu pilkades ulang. Menurutnya, rencana aksi unjuk rasa yang akan dilakukanmnya, tetap memblokir jalan pantura yang sesuai jadwal akan dilakukan pada 24 dan 26 Desember di depan kantor Kecamatan Ulujami.

“Surat pemberitahuan sudah masuk ke Polres hari ini (kamis). Kalau memang Pemkab bersikeras dalam keputusannya pada soal regulasi, Penutupan jalur pantura adalah cara efektif ” kata Andi.

“Apabila belum ada keputusan pada tanggal itu, kami tetap akan melakukan aksi pentutupan jalan pantura,” tegasnya.

Aksi ini dilakukan melanjutkan aksi-aksi sebelumnya. Lantaran merasa tidak puas setelah mengikuti proses mediasi terkait  hasil pilkades di Pengadilan Negeri (PN) Pemalang, warga Desa Blendung Kecamatan Ulujami memilih menutup jalur pantura. Aksi pemblokiran jalur terpadat di Indonesia itu dilakukan persis di depan Kantor Kecamatan Ulujami, Selasa (18/12), selama 45 menit yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas panjang. Aksi yang dimulai pukul 15.30 WIB menjadi perhatian pengguna jalan yang kebetulan melewati jalur tersebut. Sejumlah personel dari Polres Pemalang dan Polsek Ulujami, tampak berjaga-jaga di lokasi dan hanya memantau aksi warga agar tidak terjadi tindakan yang menjurus pada aksi anarkisme massa.

Lebih jauh ditegaskan Andi Rustono bahwa apa yang dilakukan warga hanya merupakan bentuk spontanitas. Karena apapun bentuk upaya damai atau mediasi, diyakini mereka hanya akan menyakiti hati nurani warga terkait Pilkaddes desa Blendung beberapa waktu lalu. “Warga merasa telah diombang-ambing, dan apa lagi yang mau di mediasikan?” pungkas Andi (bowo/rep)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Hukum, Pemalang, Politik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s