Kecewa Mediasi di Pengadilan, warga desa Blendung geruduk gedung Dewan

aksi warga desa Blendung di Pengadilan negeri Pemalang dan Gedung DPRD Pemalang

aksi warga desa Blendung di Pengadilan negeri Pemalang dan Gedung DPRD Pemalang

Pemalang Reportase,- Ratusan warga desa Blendung kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang, Selasa (18/12) kembali mendatangi Pengadilan Negeri Pemalang untuk mengawal jalannya mediasi terkait gugatan warga terhadap hasil Pilkades desa Blendung beberapa waktu lalu.Massa yang dikoordinatori oleh Andi Rustono tiba di depan Pengadilan sekitar pukul 09.35 wib dengan menggunakan beberapa truck, mobil bak terbuka, mobil pribadi dan puluhan kendaraan bermotor roda dua. Massa langsung menempatkan diri di depan pintu keluar Pengadilan dan langsung menyampaikan orasi yang dipimpin Andi Rustono.Warga Blendung juga membawa Keranda sebagai simbol matinya demokrasi di Kabupaten Pemalang. Masih seperti orasi-orasi sebelumnya, warga desa Blendung memohon untuk segera mengadakan Pilkades ulang. “Itu salah satu butir dari kesepakatan damai yang ditawarkan warga desa Blendung mas”, ujar Andi Rustono disela-sela orasinya. Massa kembali ricuh dan mengeluarkan kata umpatan dan cacian ketika diperoleh kabar dari dalam Pengadilan, bahwa proses mediasi menemui jalan buntu. Pihak pemerintah dalam hal ini Bupati Pemalang tetap tidak bersedia menandatangani kesepakatan damai yang ditawarkan warga. wargapun melampiaskan kekecewaannya dengan membakar keranda yang ada di depan pintu keluar Pengadilan. Tampak petugas yang sudah bersiaga segera mematikan api yang membakar keranda tersebut.

Masih kecewa dan belum puas, akhirnya massa dengan tertib pergi meninggalkan pengadilan. Kali ini warga desa Blendung bergerak menuju ke gedung DPRD. Mereka mendapat informasi Kalau Bupati Pemalang besrta pejabat terkait berada di gedung Dewan masih mengikuti rapat paripurna untuk membahas RAPBD kabupaten Pemalang tahun 2013. Orasipun kembali digelar di gedung Dewan. Warga berharap agar wakil rakyat mau mendengar suara mereka dan menemui mereka untuk menerima aspirasi dari warga desa Blendung. Akhirnya warga blendung diterima oleh beberapa wakil rakyat di halaman gedung dewan.Tampak menerima warga desa Blendung antara lain M. Rois, Budi Haryanto, Agus Sukotjo, Abdullah. Dalam kesempatan tersebut, M.Rois yang mewakili anggota dewan menyampaikan selamat datang kepada warga desa Blendung dan siap menerima dan mendengarkan apa yang menjadi keinginan mereka.M.Rois juga berharap dan memohon warga desa Blendung dalam menyampaikan aspirasi harus tetap dengan kepala dingin, sabar dan tidak anarkis. M.RTois juga menyampaikan informasi, bahwa Bupati Pemalang tidak berada di gedung Dewan. “Bapak Bupati masih berada di Jakarta. Masih menerima Penghargaan dari bapak Presiden”, jelasnya yang spontan diteriaki oleh warga Blendung. Dia berjanji akan segera menyampaikan dan membicarakan dengan bupati Pemalang apa yang menjadi keinginan warga desa Blendung. “Karena yang punya regulasi atau aturan adalah bupati, maka kami akan membicarakannya setelah bupati pulang dari Jakarta”, janjinya. Setelah penyampaian aspirasi terlaksana, warga secara teratur membubarkan diri meninggalkan gedung dewa. yang masih berada di gedung dewan adalah koordinasi aksi Andi Rustono. “Saya, BPD desa Blendung, dan panitia memang masih harus ketemu dengan wakil rakyat mas, untuk memastikan aspirasi warga benar-benar ditindaklajuti oleh wakil rakyat”, pungkasnya. (bowo/rep)

Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang, Politik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s