Ratusan Warga Desa Blendung Kawal Mediasi

blendungReportase Pemalang,-  Warga Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang kembali menduduki gedung Pengadilan Negeri Pemalang, kedatangan massa kali ini terkait dengan sidang gugatan hasil Pilkades Desa Blendung yang disinyalir sarat dg kecurangan. Senin (10/12) sekira pukul 09:30 WIB ratusan warga dikonsentrasikan didepan halaman gedung Pengadilan Pemalang untuk mengawal proses mediasi yang kala itu sedang berlangsung didalam. Aparat pun kembali disiagakan untuk antisipasi tindak anarki warga, untuk hal itu pihak aparat menutup akses masuk jalan Pemuda dari pertigaan depan kantor dinas BPN sampai pertigaan depan kantor SAMSAT. Sementara itu Andi Rustono, korlap aksi kali itu saat dikonfirmasi mengatakan bahwa apa yang warga mau dan inginkan adalah pembatalan hasil pilkades kemarin serta adakan pilkades ulang. “warga sangat berharap untuk pembatalan hasil pilkades kemarin karena diduga sarat dengan kecurangan..” tukasnya.

Ditambahkan pula oleh Marto (45) bahwa dirinya sangat menyayangkan sikap dan tindakan para penegak hukum dalam menangani kasus semacam ini, dirinya sendiri mewakili aspirasi warga Desa Blendung mengharapkan untuk secepatnya didapat penyelesaian. “kami warga ingin pilakdes ulang diadakan, itu harga mati…” pungkasnya dengan nada geram.

Puncak aktifitas warga terjadi saat didengar kabar bahwa proses mediasi berjalan tidak dengan semestinya, yaitu dari pihak Kecamatan belum mau menandatangani apa yang menjadi kesepakatan. Warga pun memburu masuk kedalam gedung Pengadilan Pemalang dengan serta merta tanpa dikomando, berusaha menembus pagar betis aparat sampai terjadi aksi saling dorong. Aksi berakhir saat warga mendapat keterangan dari perwakilan yang telah mengikuti jalannya proses mediasi bahwa pada intinya pemerintah akan memenuhi apa yang warga tuntutkan tentunya dengan prosedur dan hukum yang berlaku, warga diminta untuk tetap mengawal tiap jalannya proses persidangan sampai didapat keputusan final pada akhirnya. (Heru-Rep)

Galeri | Pos ini dipublikasikan di daerah, Pemalang, Politik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s